By Widia Awalia
Asah Keberanian dan Unjuk Bakat, Ratusan Siswa SMP/MTs Ikuti FBB 2026 di UMS Rappang
SIDRAP — Sebanyak 15 sekolah tingkat SMP/MTs meramaikan Festival Bulan Bahasa (FBB) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang).
Kompetisi tingkat SMP/MTs tersebut berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, di Auditorium H. Zaini Razak dan sejumlah ruang kelas Gedung FKIP UMS Rappang. Para peserta mengikuti berbagai perlombaan yang dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa, bersastra, serta meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri.
Pada hari pertama, Rabu (21/10/2026), peserta berkompetisi dalam empat kategori, yakni membaca puisi, pidato bahasa Indonesia, menulis puisi dan cerpen, serta majalah dinding (mading).
Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (22/10/2026), perlombaan ditutup dengan dua kategori, yaitu nyanyi solo dan osong sajak Bugis. Kedua kategori tersebut mendapat perhatian dari peserta yang tampil dengan penuh semangat, meski sebagian mengaku sempat gugup saat berada di hadapan dewan juri dan penonton.
Salah seorang peserta lomba nyanyi solo, Mutya Purnama dari MTs Negeri 1 Sidenreng Rappang, mengaku sempat merasa gugup ketika tampil. Namun, perasaan tersebut berangsur hilang setelah ia mulai menyanyikan lagu pilihannya.
“Waktu tampil sedikit deg-degan, tetapi akhirnya rileks saja,” kata Mutya.
Dalam perlombaan tersebut, Mutya membawakan lagu berbahasa Bugis. Ia mengaku telah terbiasa menyanyikan salah satu lagu tersebut, sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mempersiapkan penampilannya.
Pengalaman berbeda dirasakan Nur Aisyah, peserta dari SMP Negeri 6 Pangsid. Ia mengaku sempat terkejut dan gugup saat tampil karena melihat banyak orang yang menyaksikan perlombaan.
“Waktu tampil sempat kaget dan deg-degan karena banyak orang juga,” ujarnya.
Meski demikian, Nur Aisyah tetap berusaha menyelesaikan penampilannya. Ia memilih lagu wajib Tana Ogi Wanuakku dan lagu pilihan yang disukainya untuk ditampilkan di hadapan juri.
Sementara itu, pada kategori osong sajak Bugis, Muhammad Asril dari SMP Negeri 6 Pangsid mengaku telah memiliki pengalaman mengikuti perlombaan serupa. Ia mengatakan, persiapan untuk kompetisi FBB 2026 kali ini dilakukan selama sekitar empat hari.
Menurut Asril, lomba osong sajak Bugis menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal sekaligus menyampaikan pesan dan petuah dalam bahasa Bugis melalui penampilan di depan umum.
“Menurut saya, lomba seperti ini bagus karena bisa menambah kepercayaan diri dan keberanian berbicara di depan umum,” ungkapnya.
Baik Mutya, Nur Aisyah dan Asril berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan tampil di hadapan orang banyak serta mengurangi rasa malu dan gugup.
Festival Bulan Bahasa 2026 menjadi salah satu wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas di bidang bahasa dan sastra. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih berani mengekspresikan diri serta melestarikan bahasa dan budaya daerah, khususnya bahasa Bugis.
Adapun pengumuman pemenang dan penyerahan piala dijadwalkan berlangsung pada acara penutupan Festival Bulan Bahasa 2026, Rabu (28/10/2026), di UMS Rappang.
Artikel Lainnya :
- Tampil Totalitas, Peserta Lomba Puisi FBB 2026 UMS Rappang Gunakan Caping dan Riasan Lumpu
- Festival Bulan Bahasa 2026 UMS Rappang: 11 SMA/SMK/MA di Sidrap Berkompetisi Ajang Kreativitas dan B
- Magang Internasional di Taiwan, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris UMS Rappang Kenalkan Kuliner Indones
- FKIP UMS Rappang Dorong Program Studi Konsisten Tingkatkan Mutu Pendidikan
- Siswa UPT SMPN 1 Tellu Limpoe Mengaku Dapat Pengalaman Baru di FBB UMS Rappang 2026
Unit Terkait
Unit akademik yang disebut dalam informasi ini.
Berita Terkait
Berita lain yang masih berhubungan dengan informasi ini.
