Berita
UMS Rappang Gelar Rapat Koordinasi Finalisasi Asesmen Program RPL
SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar rapat koordinasi terkait hasil asesmen dan integrasi nilai dalam Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Rapat tersebut membahas mata kuliah yang dapat direkognisi bagi calon mahasiswa RPL.
Rapat berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (1/10/2026). Kegiatan dipimpin Penanggung Jawab Program RPL UMS Rappang, Suleha, S.Pd., M.Pd.
Suleha mengatakan rapat tersebut merupakan bagian dari proses finalisasi hasil asesmen calon mahasiswa RPL. Tim membahas kembali kelengkapan dokumen yang menjadi dasar dalam menentukan mata kuliah yang dapat maupun tidak dapat direkognisi.
"Rapat koordinasi hasil asesmen dan integrasi nilai untuk rekognisi mata kuliah mahasiswa RPL. Kami mendiskusikan kembali untuk melengkapi dokumen dan melihat mata kuliah mana yang dapat direkognisi dan mana yang tidak," kata Suleha.
Menurutnya, proses asesmen sebenarnya telah memasuki tahap finalisasi. Namun, masih terdapat sejumlah calon mahasiswa yang belum melengkapi dokumen pendukung sehingga proses tersebut perlu ditindaklanjuti.
"Sebenarnya sudah proses finalisasi hasil asesmen. Kemarin masih diminta melengkapi dokumen, tetapi sampai saat ini masih ada yang belum. Ini akan ditindaklanjuti supaya mahasiswa segera melengkapi dokumennya untuk difinalisasi hasil asesmen," ujarnya.
Dokumen tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim asesor dalam melakukan rekognisi pembelajaran lampau. Selain dokumen akademik, pengalaman kerja serta tugas-tugas yang pernah dilakukan calon mahasiswa juga menjadi bahan pertimbangan dalam proses asesmen.
"Dokumen itu yang dijadikan dasar untuk melakukan rekognisi, beserta pengalaman-pengalaman kerjanya dan tugas-tugas selama dia melakukan pekerjaan itu," jelasnya.
Rapat diikuti tim RPL, asesor RPL, serta komite RPL UMS Rappang. Mereka melakukan pembahasan terhadap hasil asesmen sekaligus memastikan kelengkapan dokumen calon mahasiswa sebelum hasil rekognisi difinalisasi.
Suleha menyebut animo masyarakat untuk mengikuti program RPL cukup tinggi. Namun, sebagian calon mahasiswa masih terkendala dalam menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, terutama dokumen lama yang sudah tidak tersimpan.
"Kalau dari sisi banyak mahasiswa yang mau, cuma terkendala dokumen karena banyak yang dokumennya sudah tidak terkumpul lagi," katanya.
Adapun peminat RPL saat ini berasal dari jenjang S1 dan S2. Program S2 Administrasi Publik menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Sementara untuk jenjang S1 pada Program Studi Administrasi Publik dan Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Penjaringan Calon Rektor UMS Rappang Gunakan Aplikasi SIMPUL
SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi SIMPUL Pimpinan PTS dalam rangka proses penjaringan dan penyaringan calon Rektor UMS Rappang. Kegiatan berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (1/10/2026).
Bimtek tersebut diikuti unsur senat universitas serta Panitia Penjaringan dan Penyaringan (PPP) calon Rektor UMS Rappang. Kegiatan dipimpin Ketua Panitia Pemilihan Calon Rektor UMS Rappang, Drs. H. Abdul Razak Useng, M.AP.
Abdul Razak mengatakan, bimtek tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan proses penjaringan calon Rektor UMS Rappang sesuai regulasi yang ditetapkan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
"Hari ini kita melaksanakan Bimtek SIMPUL dalam rangka penjaringan calon Rektor yang akan datang. Kegiatan ini diikuti oleh Senat dan panitia penjaringan calon Rektor," kata Abdul Razak.
Menurutnya, melalui bimtek tersebut panitia diharapkan dapat memahami penggunaan aplikasi sekaligus menjalankan setiap tahapan penjaringan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Mudah-mudahan pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan diberkahi Allah SWT, sehingga proses penjaringan dapat dilaksanakan sesuai aturan yang ada berdasarkan penyampaian dari pemberi bimtek dari pimpinan pusat," ujarnya.
Bimtek tersebut menghadirkan pemateri dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Materi yang disampaikan antara lain terkait regulasi persyaratan calon Rektor sesuai Ketentuan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Nomor 0014/KTN/I.3/I/2025 tentang Pelaksanaan Pedoman Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), serta Statuta UMS Rappang Tahun 2026.
Selain membahas regulasi, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis mengenai pengusulan calon Rektor UMS Rappang melalui aplikasi SIMPUL.
SIMPUL merupakan sistem informasi pemilihan pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang digunakan dalam proses penjaringan hingga pengusulan calon pimpinan PTM.
Mekanisme tersebut berbeda dengan proses pemilihan sebelumnya yang dilakukan secara manual melalui pemberian suara. Dalam mekanisme terbaru, anggota Senat memberikan pertimbangan secara kualitatif terhadap bakal calon Rektor yang telah memenuhi persyaratan.
Dalam proses pengusulan, terdapat sejumlah dokumen yang wajib diunggah melalui aplikasi SIMPUL. Dokumen tersebut antara lain surat keputusan (SK) jabatan, surat kesediaan, SK dosen, serta dokumen pendukung lainnya.
Setelah seluruh dokumen diunggah, panitia akan melakukan verifikasi untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan calon.
Berdasarkan alur yang dijelaskan dalam regulasi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, proses pengangkatan Rektor diawali dengan surat peringatan akhir masa jabatan Rektor kepada Senat.
Selanjutnya, Senat membentuk Panitia Penjaringan dan Penyaringan (PPP). Panitia kemudian mengajukan permohonan pembuatan akun SIMPUL kepada Majelis, yang dilanjutkan dengan proses pembahasan dan pemberian akun kepada panitia.
Tahapan berikutnya meliputi sosialisasi dan penjaringan bakal calon, validasi dokumen, pemberian pertimbangan kualitatif oleh Senat, hingga pengiriman bakal calon terbaik kepada Majelis.
Proses selanjutnya mencakup pertimbangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), wawancara dan tes psikologi, penetapan calon terbaik oleh Majelis, hingga pengusulan dan pengangkatan Rektor oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dengan mekanisme tersebut, seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan calon Rektor UMS Rappang diarahkan berlangsung secara sistematis, terdokumentasi, dan sesuai dengan ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah.
Yuk Hadiri dan Saksikan, HIMPOSIP UMS Rappang Gelar Malam Puncak September Kelam, Tampilkan Ragam Se
SIDRAP — Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMPOSIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) akan menggelar Malam Puncak September Kelam dan HIMPOSIP Bazaar. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi mahasiswa untuk mengenang sejumlah peristiwa yang terjadi dalam perjalanan bangsa.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Rabu (30/9/2026) malam, mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai. Panitia mengundang seluruh mahasiswa UMS Rappang untuk menghadiri kegiatan tersebut dengan mengenakan pakaian berwarna hitam.
Ketua HIMPOSIP UMS Rappang periode 2026–2027, Usman, mengatakan kegiatan September Kelam dirancang sebagai ruang untuk mengingat berbagai peristiwa yang pernah terjadi, khususnya sejumlah tragedi yang berlangsung pada September.
"Ini untuk mengenang dan menolak lupa terhadap tragedi yang pernah terjadi di bulan September. Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang refleksi agar mahasiswa dapat mengingat, belajar, dan mengambil pelajaran dari sejarah," kata Usman.
Menurutnya, konsep kegiatan dikemas melalui persembahan puisi dan orasi. Sejumlah pengurus HIMPOSIP akan mengambil peran berbeda dalam membawakan setiap persembahan yang mengangkat peristiwa-peristiwa tersebut.
"Puisi dan orasi akan dibawakan oleh pengurus HIMPOSIP. Masing-masing memiliki peran yang berbeda dan persembahan yang ditampilkan merujuk pada tragedi yang pernah terjadi," ujarnya.
Adapun sejumlah peristiwa yang akan diangkat dalam persembahan September Kelam HIMPOSIP UMS Rappang antara lain Gerakan 30 September 1965, Tragedi Tanjung Priok 1984, Tragedi Semanggi II 1999, kasus pembunuhan Munir 2004, gerakan Reformasi Dikorupsi 2019, Tragedi Rempang 2023, serta kekerasan dalam aksi massa pada periode Agustus-September 2025-2026.
Dalam rangkaian tersebut, setiap peristiwa akan dibawakan melalui format orasi atau puisi oleh pengurus HIMPOSIP. Di antaranya, Gerakan 30 September akan dibawakan melalui orasi oleh Humaira, Tragedi Tanjung Priok melalui puisi oleh Al Akhfiya, dan Tragedi Semanggi II melalui orasi oleh Asrul.
Selanjutnya, kasus pembunuhan Munir akan disampaikan melalui puisi oleh Rezky, Reformasi Dikorupsi melalui orasi oleh Risman, kerusakan Masjid Ahmadiyah Sintang melalui puisi oleh Fadhel, Tragedi Rempang melalui puisi oleh Darman, serta kekerasan dalam aksi massa melalui orasi oleh Saphia.
Usman berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk tidak sekadar mengingat peristiwa masa lalu, tetapi juga memahami pentingnya menjaga ingatan sejarah.
"Menolak lupa, merawat ingatan, dan belajar dari sejarah," demikian pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Selain agenda refleksi September Kelam, kegiatan juga dirangkaikan dengan HIMPOSIP Bazaar sebagai wadah partisipasi dan kebersamaan mahasiswa.
HIMPOSIP mengajak mahasiswa UMS Rappang untuk hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama melalui refleksi sejarah.
Ketua KNPI Sidrap Lanjut S2 di UMS Rappang, Siapkan Tesis soal Kepemimpinan Bupati
SIDRAP — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Aswagino Ambo Asse, melanjutkan pendidikan magister di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Ia kini memasuki tahap pengajuan seminar proposal tesis.
Hal tersebut disampaikan Aswagino saat melakukan konsultasi tesis bersama Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., di ruang rapat lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (29/9/2026).
Aswagino tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Administrasi Publik Pascasarjana UMS Rappang. Ia mengatakan proses studinya kini memasuki tahap penyelesaian, khususnya persiapan untuk seminar proposal.
"Alhamdulillah sekarang sudah masuk tahapan penyelesaian studi. Sementara ini pengajuan untuk seminar proposal," kata Aswagino.
Ia menjelaskan, UMS Rappang dipilih sebagai tempat melanjutkan studi karena program magister yang diambil dinilai linear dengan pendidikan sebelumnya. Selain itu, Aswagino merupakan alumnus UMS Rappang pada jenjang strata satu.
"Pertama karena linear dengan basic studi saya di Strata 1. Kebetulan saya juga alumnus Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang," ujarnya.
Di tengah kesibukannya sebagai Ketua KNPI Sidrap dan menjalankan aktivitas di bidang kewirausahaan, Aswagino mengaku tetap dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.
Menurutnya, sistem perkuliahan di UMS Rappang memungkinkan mahasiswa menyesuaikan aktivitas akademik dengan kesibukan lainnya.
"Kalau kuliahnya serius tapi santai bagi saya, sehingga bisa menyesuaikan dengan kesibukan-kesibukan lain. Kebetulan saya juga bergerak di dunia organisasi sebagai Ketua KNPI dan memiliki kesibukan di bidang wirausaha," jelasnya.
Aswagino menilai pendidikan memiliki peran penting sebagai modal sosial bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik secara pribadi, keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat.
"Pendidikan itu sangat penting karena merupakan modal sosial yang tentunya bisa mengangkat derajat hidup, baik pribadi, keluarga ataupun kehidupan sosial," katanya.
Ia pun mendorong generasi muda di Sidrap untuk terus memperjuangkan pendidikan sebagai salah satu jalan meningkatkan kualitas diri.
"Untuk teman-teman pemuda, mari tetap berjuang untuk memperbaiki nasib diri ataupun keluarga, mengharumkan nama baik keluarga, masyarakat dan daerah kita. Salah satunya melalui bidang akademik atau dunia pendidikan," pesannya.
Sebagai bagian dari generasi muda Sidrap, Aswagino berharap semakin banyak pemuda yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menyebut hal tersebut sejalan dengan upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidrap.
"Kita berharap mahasiswa atau pemuda di Kabupaten Sidrap khususnya bisa mencapai masyarakat yang berpendidikan, sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Sidrap terkait pendidikan unggul," ujarnya.
Aswagino menargetkan dapat menyelesaikan studi Magister Administrasi Publik di UMS Rappang pada 2026.
"InsyaAllah saya targetkan selesai di tahun 2026," katanya.
Untuk tesisnya, Aswagino mengungkapkan akan mengangkat tema terkait transformasi gaya kepemimpinan politik menuju gaya kepemimpinan publik.
Penelitian tersebut rencananya menggunakan pendekatan fenomenologi dengan mengkaji kepemimpinan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.
"Rencana penelitian saya meneliti terkait transformasi gaya kepemimpinan politik menuju gaya kepemimpinan publik. Saya berencana mengkaji secara fenomenologi kepemimpinan Syaharuddin Alrif sebagai Bupati Kabupaten Sidrap," pungkasnya.
Dosen UMS Rappang Ungkap Pelajaran Penting dari PINAS Muhammadiyah
MAKASSAR — Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) se-Sulawesi Selatan menjadi ruang bagi Syahrir L., S.Pd., M.Pd. untuk mengasah kapasitas sebagai kader sekaligus instruktur Muhammadiyah.
Syahrir yang merupakan Ketua LP3H Halal Center Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti kegiatan tersebut sebagai salah satu utusan UMS Rappang.
Menurut Syahrir, PINAS tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi. Berbagai metode seperti diskusi, praktik, simulasi, refleksi hingga kerja kelompok membuat peserta terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
“PINAS membuat saya semakin memahami bahwa instruktur bukan sekadar orang yang berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi. Instruktur harus mampu menjadi fasilitator, penggerak, pendamping, sekaligus teladan,” kata Syahrir.
Dia menilai keberhasilan seorang instruktur tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi dari kemampuan membangun proses yang dapat mendorong perubahan pada peserta.
“Ukuran keberhasilannya bukan seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi sejauh mana proses yang dibangun mampu melahirkan perubahan pada peserta,” sambungnya.
Syahrir juga menilai PINAS memberikan penguatan terhadap pemahaman ideologi dan identitas kader Muhammadiyah. Menurutnya, semangat ideologis perlu dibarengi dengan kompetensi agar nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dapat diterapkan dalam proses perkaderan.
“Ideologi memberi arah, sedangkan kompetensi memberi kemampuan untuk bergerak. Keduanya tidak boleh dipisahkan,” ujarnya.
Bagi Syahrir, keikutsertaan dalam PINAS bukanlah akhir dari proses pengembangan diri sebagai instruktur. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab untuk menerapkan dan membagikan ilmu yang diperoleh.
“PINAS bagi saya bukan titik akhir pencapaian sebagai instruktur. Ilmu yang diperoleh harus dibagikan, pengalaman harus ditransformasikan, dan kompetensi harus digunakan untuk memperkuat perkaderan Muhammadiyah,” katanya.
Dia berharap pengalaman yang diperoleh selama PINAS dapat diterapkan di lingkungan UMS Rappang dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Saya ingin membawa pulang semangat untuk terus belajar, mengabdi, dan memberi dampak,” pungkasnya.
Keikutsertaan UMS Rappang dalam PINAS diharapkan turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia, sistem perkaderan, serta kontribusi kader dalam mendukung kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.
PINAS PTM, Dosen UMS Rappang: SDM PTMA Harus Diberi Ruang Tumbuh dan Berkontribusi
MAKASSAR — Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Dr. Yayuk Astuti, S.Pd., M.Si., menyampaikan pentingnya kesetaraan kesempatan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).
Hal itu disampaikan Yayuk dalam sesi diskusi rangkaian Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan PTMA se-Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Makassar.
Yayuk mengatakan pengembangan SDM di lingkungan PTMA perlu memberikan kesempatan yang setara bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun kader untuk meningkatkan kompetensi dan mengambil peran sesuai kapasitas serta profesionalitas masing-masing.
Menurutnya, pengembangan SDM tidak cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan struktur organisasi. Lebih dari itu, institusi perlu membuka ruang yang adil bagi setiap individu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, dan kontribusinya.
"Kualitas PTMA sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, kesempatan untuk belajar, berkembang, meningkatkan kompetensi, dan mengambil peran harus diberikan secara proporsional dan berkeadilan," kata Yayuk dalam forum tersebut.
Ia menilai PTMA memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pengembangan SDM yang inklusif dan berkelanjutan. Kesempatan yang setara dinilai penting agar setiap SDM dapat berkembang dan memberikan kontribusi optimal sesuai kompetensinya.
Yayuk juga menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang menghargai kompetensi, mendorong pengembangan kapasitas, serta memberikan ruang bagi setiap SDM untuk berkontribusi.
Menurutnya, penguatan SDM bukan hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan individu, tetapi juga menyangkut kemampuan institusi menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan profesional.
Keikutsertaan Yayuk dalam PINAS menjadi ruang bagi dosen UMS Rappang untuk bertukar gagasan dan pengalaman terkait pengembangan SDM dengan kader serta pengelola PTMA dari berbagai daerah.
Melalui forum tersebut, ia berharap isu kesetaraan kesempatan, profesionalitas, dan pengembangan SDM berkelanjutan semakin mendapat perhatian dalam penguatan tata kelola PTMA.
Ikuti PINAS Indonesia Timur, Utusan UMS Rappang Jadi Peserta Terinspiratif
Makassar — Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Wilayah Sulawesi Selatan resmi berakhir di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) turut ambil bagian dengan mengirim empat utusan dalam kegiatan tersebut. Mereka yakni Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P.; Dr. Ir. Drs. H. Muh. Thamrin, S.T., M.M., I.P.P.; Kamal, S.Pd., M.Pd.; dan Syahrir L., S.Pd., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ir. Drs. H. Muh. Thamrin berhasil mendapat penghargaan sebagai Peserta Terinspiratif. Penghargaan itu menjadi salah satu capaian yang diraih delegasi UMS Rappang selama mengikuti rangkaian PINAS.
Dr. Muh. Thamrin mengatakan, keikutsertaannya dalam PINAS menjadi pengalaman penting untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan peran sebagai instruktur di lingkungan Muhammadiyah.
"PINAS ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran. Tidak hanya terkait materi keinstrukturan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, kerja sama, dan karakter seorang instruktur," kata Muh. Thamrin yang juga menjabat pada Divisi Konseling dan Kesejahteraan Mahasiswa.
Menurutnya, predikat Peserta Terinspiratif tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas dan memberikan kontribusi bagi organisasi maupun institusi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak kader dan sumber daya manusia dari PTMA, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
"Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi instruktur serta mempererat jejaring antar-PTMA," tambahnya.
PINAS sendiri dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas instruktur Muhammadiyah melalui pengayaan ideologi, pengembangan wawasan, peningkatan kompetensi keinstrukturan, praktik pembelajaran, evaluasi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Keikutsertaan UMS Rappang dalam PINAS juga merupakan bagian dari upaya institusi untuk mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kompetensi keilmuan, serta penguatan kemampuan keinstrukturan dan perkaderan Muhammadiyah.
Mahasiswa UMS Rappang Tuntaskan PLP 1 di SMPN 2 Pangsid, DPL Tekankan Kompetensi dan Profesionalisme
SIDRAP — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menyelesaikan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 di UPT SMPN 2 Pangsid. Kegiatan penarikan mahasiswa digelar sebagai penanda berakhirnya rangkaian PLP 1, Senin (28/9/2026).
Selama pelaksanaan PLP 1, mahasiswa mendapat kesempatan mengenal secara langsung lingkungan sekolah, budaya akademik, administrasi pendidikan hingga aktivitas pembelajaran. Mahasiswa juga melakukan observasi dan berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, serta warga sekolah.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengalaman selama PLP 1 diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai calon pendidik.
"Semoga kegiatan PLP 1 ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi, profesionalisme dan nilai-nilai kependidikan," kata Dr. Sam.
Dia berharap mahasiswa tidak berhenti belajar setelah PLP 1 berakhir. Pengalaman yang diperoleh selama berada di sekolah, kata dia, dapat menjadi dasar untuk mengikuti tahapan praktik kependidikan berikutnya.
"Teruslah belajar, berkontribusi, dan jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pendidik yang kompeten, berkarakter serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan," ujarnya.
Dr. Sam juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan, guru, tenaga kependidikan dan seluruh keluarga besar UPT SMPN 2 Pangsid yang telah menerima serta membimbing mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, kegiatan PLP 1 tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga melatih mahasiswa membangun komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama dan sikap profesional di lingkungan sekolah.
Penarikan mahasiswa PLP 1 tersebut sekaligus memperkuat kemitraan antara UMS Rappang dan UPT SMPN 2 Pangsid dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi calon pendidik.
UMS Rappang berharap kerja sama dan silaturahmi yang telah terjalin selama pelaksanaan PLP 1 dapat terus berlanjut pada program-program pendidikan berikutnya.
Ikuti PINAS, Dosen UMS Rappang Sebut Training Plan Tingkatkan Kompetensi Instruktur
MAKASSAR — Peserta Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) mengikuti praktik Training Plan di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Ahad (27/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Unismuh Makassar tersebut menjadi salah satu rangkaian PINAS yang digelar pada 25–29 September 2026. Sesi dimulai pukul 20.30 WITA dan diikuti peserta secara aktif dan partisipatif.
Dalam praktik Training Plan, peserta dilatih menyusun perencanaan pembelajaran secara sistematis. Materi mencakup penyusunan tujuan, materi, metode, tahapan pembelajaran hingga evaluasi yang dapat diterapkan dalam proses perkaderan di lingkungan PTMA.
Salah satu peserta PINAS dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Kamal, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktis dalam meningkatkan kompetensi instruktur.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi instruktur PTMA agar perkaderan di PTMA lebih berkualitas,” ujar Kamal.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PINAS diharapkan dapat diterapkan di lingkungan kampus masing-masing, terutama dalam meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan perkaderan.
Ia berharap peningkatan kompetensi instruktur dapat membuat proses perkaderan di PTMA semakin terarah dan partisipatif. Hal tersebut sekaligus mendukung pembentukan kader Muhammadiyah yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk berkontribusi bagi persyarikatan, umat, dan masyarakat.
Dalam kegiatan PINAS tersebut, UMS Rappang mengutus empat akademisinya, yakni Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P.; Dr. Ir. Drs. H. Muh Thamrin, S.T., M.M., I.P.P.; Kamal, S.Pd., M.Pd.; dan Syahrir L., S.Pd., M.Pd.
Keikutsertaan empat akademisi tersebut menjadi bagian dari upaya UMS Rappang memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang keinstrukturan dan perkaderan Muhammadiyah.
Dilepas Dekan FKIP UMS Rappang, Mahasiswi Prodi Bahasa Inggris Siap Magang di Taiwan
SIDRAP — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melepas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, A. Maya, untuk mengikuti program magang internasional di Taiwan.
A. Maya dijadwalkan berangkat pada 29 September 2026. Ia akan menjalani program magang di Formosan Naruwan Hotel Resort, Taitung, Taiwan.
Pelepasan dilakukan oleh Dekan FKIP UMS Rappang Dr. Muhammad Hanafi, M.Pd. Turut hadir Wakil Dekan II FKIP Prof. Dr. Usman M., S.Pd., M.Pd., dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd.
Dalam pelepasan tersebut, pimpinan fakultas berpesan agar A. Maya memanfaatkan kesempatan magang untuk memperkuat kemampuan bahasa Inggris, memperoleh pengalaman profesional, mengenal budaya kerja internasional, serta membangun jejaring global.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, mengatakan program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membawa nama baik almamater di tingkat internasional.
"Semoga A. Maya dapat menjalankan program magang internasional di Taiwan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Jaga nama baik almamater, terus belajar dan beradaptasi dengan budaya kerja internasional," kata Dr. Sam.
Ia juga mendorong A. Maya memanfaatkan seluruh rangkaian program untuk menambah pengalaman dan memperluas jejaring.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun jejaring global. Semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk meraih masa depan yang lebih gemilang," lanjutnya.
Keberangkatan A. Maya menjadi bagian dari upaya FKIP UMS Rappang memperkuat internasionalisasi pendidikan, khususnya melalui kesempatan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar dan bekerja di lingkungan internasional.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk mengambil kesempatan serupa guna meningkatkan kompetensi dan pengalaman di tingkat global.
Go Global, Gain Experience, and Bring Pride to UMS Rappang!
