Dosen Agroteknologi UMS Rappang Raih Gelar Insinyur dari UGM, Perkuat SDM Pertanian Berbasis Teknolo By Widia Awalia  28 Jan 2026, 14:06:46 WIB

Dosen Agroteknologi UMS Rappang Raih Gelar Insinyur dari UGM, Perkuat SDM Pertanian Berbasis Teknolo

SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam penguatan sumber daya manusia unggul. Salah satu dosen Program Studi Agroteknologi yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ir. Reza Asra, S.TP., M.P., resmi meraih gelar profesi Insinyur (Ir.) setelah menyelesaikan Program Profesi Insinyur (PPI) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen kuat dosen UMS Rappang dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalisme, khususnya di bidang pertanian modern yang terintegrasi dengan teknologi, rekayasa sistem, dan inovasi terapan. Gelar profesi insinyur yang diraih tidak sekadar pengakuan formal atas keahlian akademik dan praktik profesional, tetapi juga memperkuat peran dosen sebagai agen transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sejalan dengan pengembangan keilmuan agroteknologi, manajemen sumber daya lahan, serta pembangunan pertanian berkelanjutan.

Ketua Program Studi Agroteknologi UMS Rappang, Trisnawaty AR., S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik dan profesional.

“Gelar profesi insinyur ini bukan hanya prestasi personal, tetapi juga menjadi aset strategis bagi institusi. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan pertanian berbasis teknologi dan rekayasa terapan,” ujarnya.

Dengan bertambahnya dosen bergelar profesi insinyur, Program Studi Agroteknologi UMS Rappang semakin mengukuhkan posisinya sebagai program studi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap tantangan pertanian modern, serta selaras dengan visi pembangunan pertanian berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Prestasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. (ibe)