10 Calon Penerima Beasiswa ADiK Difabel UMS Rappang Ikuti Seleksi Wawancara Kemdiktisaintek By Widia Awalia  16 Okt 2026, 10:16:40 WIB

10 Calon Penerima Beasiswa ADiK Difabel UMS Rappang Ikuti Seleksi Wawancara Kemdiktisaintek

SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti proses seleksi wawancara bagi 10 calon penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) Difabel tahun 2026. Program bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Wawancara berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting bersama tim Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut dipantau dari lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang.

Penanggung jawab Beasiswa ADiK Difabel UMS Rappang, Muhammad Nasruddin, S.Pd., mengatakan sebanyak 10 mahasiswa telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan mengikuti tahapan wawancara.

“Calon penerima yang lolos seleksi berkas tahun ini sebanyak 10 orang. Hari ini mereka mengikuti wawancara langsung dengan tim PPAPT melalui Zoom Meeting,” kata Nasruddin.

Dia menjelaskan, Beasiswa ADiK Difabel merupakan program afirmasi pemerintah yang ditujukan bagi mahasiswa penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi.

Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan dukungan pembiayaan pendidikan dan biaya hidup sehingga dapat menjalani perkuliahan serta mengikuti berbagai kegiatan akademik sesuai kebutuhan masing-masing.

“Program ini dikhususkan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Pemerintah memberikan fasilitas agar mereka bisa mengikuti proses perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya secara setara dengan mahasiswa lain,” jelasnya.

Nasruddin mengungkapkan, UMS Rappang telah menerima mahasiswa melalui program Beasiswa ADiK Difabel sejak 2021. Hingga 2025, tercatat sebanyak 14 mahasiswa telah menerima manfaat program tersebut. Bahkan, sejumlah penerima beasiswa telah menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana.

Pada seleksi tahun ini, pihak kampus berharap seluruh calon yang mengikuti wawancara dapat dinyatakan lolos sehingga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dengan dukungan beasiswa pemerintah.

“Kami berharap 10 mahasiswa yang mengikuti wawancara tahun ini bisa lulus seluruhnya dan mendapatkan beasiswa tersebut,” ujarnya.

Nasruddin menjelaskan, penerima Beasiswa ADiK Difabel memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp 7,5 juta per semester. Sementara itu, bantuan biaya pendidikan diberikan secara terpisah dengan besaran yang menyesuaikan ketentuan program dan biaya kuliah pada masing-masing program studi.

Dengan skema tersebut, biaya hidup disalurkan kepada mahasiswa, sedangkan bantuan biaya pendidikan ditransfer ke rekening perguruan tinggi sesuai mekanisme yang berlaku.

“Biaya hidup dan biaya pendidikan itu berbeda. Untuk biaya hidup, mahasiswa akan didampingi dalam pembuatan rekening khusus atas nama masing-masing penerima. Sementara bantuan biaya pendidikan disalurkan langsung ke rekening perguruan tinggi,” terangnya.

Dia menambahkan, pihak UMS Rappang akan mendampingi mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi dalam proses administrasi pencairan bantuan, termasuk pengurusan rekening dan kelengkapan data yang dibutuhkan.

Beasiswa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa penyandang disabilitas menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa terkendala pembiayaan, sekaligus memperkuat komitmen UMS Rappang dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa.

Bagikan Berita Ini
WhatsApp Facebook
Link berita siap dibagikan dengan preview resmi dari website UMS Rappang.

Berita Terkait

Berita lain yang masih berhubungan dengan informasi ini.